Tampilkan postingan dengan label konsephidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsephidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

this is my life. anything is so simple.

"hidup itu sudah sulit, tak perlu lagi dibikin rumit"
kata-kata yang selalu saya ucapkan pada diri saya sendiri. memang repot juga jika setiap hal terlalu banyak dipikirkan. ternyata jika dibuat menjadi lebih sederhana semua bisa lebih menyenangkan namun tetap bermakna.
sederhana, bukan berarti tidak peka.
sederhana, bukan berarti tidak peduli.
sederhana bukan berarti tidak dipikirkan sama sekali.
pada langit ku banyak bertanya.
pada ilalang ku banyak bercerita.
pada pasir ku banyak berkelana.
pada mereka ku tau semua teramat sederhana.
saya sedang begitu tertarik dengan kata sederhana dan sedang dicobba untuk menerapkannya dalam segala hal. baik itu dalam pola pikir, sikap, tutur kata atau apapun itu. ya "my life is so simple"
sederhana dalam pola hidup. prinsip saya "punya uang harus seperti ga punya uang, tapi ga berlaku sebaliknya." mau hemat, mau boros itu adalah pilihan. ya memang hidup ini memberikan kita banyak pilihan. tinggal bagaimana cara kita mengendalikan hidup kita sendiri agar tetap bahagia dunia akhirat. apa yang kita putuskan pasti ada konsekuensinya dan kelak memang kita jua yang harus pertanggung jawabkan semua. kalo memang hidup boros dirasa memberikan banyak kerugian, kenapa ga dicoba hidup hemat? harusnya bukan dicoba tapi memang harus dipaksa hidup hemat. kalau saya sih mikirnya, rejeki yang kita dapat sekarang itu kan ga akan selamanya cukup. ada saatnya roda itu berputar, nah yang perlu dipirkan adalah bagaimana ketika rejeki kita itu sedang ada di posisi kurang menguntungkan. pastinya semua orang emang ga mauu ada di posisi itu, tapi kan yang namanya hidup itu harus berpikir ke depan dan penuh perencanaan ya se engganya berpikir kondisi terburuk yang mungkin terjadi dan segera membuat antisipasinya. hemat itu bukan berarti pelit. ya belanja sewajarnya. buatlah skala prioritas dan gunakan prinsip ekonomi. :))
jujur, saya sebagai seorang wanita, sering kali tergiur untuk mengembangkan hobi saya berbelanja. saya tau kebiasaan saya ini dapat berakibat buruk. sering kali saya sulit mengendalikan diri saya untuk tidak berbelanja hal-hal yang tidak terlalu penting. apalagi di saat sedang butuh refreshing, biasanya obat paling ampuh ya belanja. tapi, bagaimana hidup saya kedepan kalo kebiasaan seperti itu tetap menjamur dalam diri saya? pasti saya tidak akan punya tabungan, dan kalau kebiasaan ini berlanjut sampai berumah tangga, bisa kacau kondisi keuangan rumah saya. untuk itu, saya sedang berusaha untuk belajar hidup hemat, ini memang ujian yang cukup berat. mau beli sesuatu saja dipikir berkali-kali. selama itu tidak terlalu penting saya cancel sampai ada rejeki berikutnya. pengeluaran seperti untuk makan-makan diluar di ganti dengan lebih sering makan di rumah, kurangi jalan-jalan yang ga penting, mengganti kebiasaan belanja untuk menghilangkan penat dengan tidur di rumah, ga ada lagi biaya perawatan dll. semoga saja saya diberikan sifat konsisten untuk tetap belajar hidup hemat. 
sederhana dalam pola pikir. kebanyak bergaul dengan anak SMP berdampak positif juga. saya suka dengan pola pikir mereka yang polos. "Rahayu", seorang siswa anak didik saya yang membuat saya banyak belajar darinya. berjam-jam cerita dengannya membuat saya terkesan dengan pribadinya. she is so simple. semua yang ada di hidupnya begitu sederhana. "buat apa galau bu?" kata-kata itu yang saya  suka dari nya. setiap saat saya liat dia selalu ceria. di saat teman-teman yang lainnya sibuk menceritakan pacarnya masing-masing, dia hanya berpendapat " tugas kita sekarang itu cuma belajar, buat apa mikirin pacar apalagi sampai galau-galau" ... hmm..dia dengan gaya nya yang cuek, setia kawan, tapi pemikirannya luar biasa. hidup tak pernah  diibuat susah olehnya dan itu yang membuat dia selalu ceria setiap saat. selalu berpikir sederhana. Semoga saya bisa seperti rahayu anak didik saya. 
this is my life, anything is so simple. :))


Sabtu, 03 Desember 2011

WELCOME DECEMBER ^^

ini bulan baru, semangat baru, lembaran baru pastinya.
ga kerasa sebenernya, ternyata telah sampai juga di penghujung taun 2011. ngeri juga, kian hari berganti kian banyak yang harus dipertanggungjawabkan. kian dekat dengan kematian yang tak dapat di elakkan. sepertinya bulan ini adalah bulan yang paling pantas saya jadikan sebagai bulan perenungan. mengevaluasi diri, mengoreksi kekurangan yang ada, untuk diperbaiki di hari selanjutnya (Insya Allah).
hmm.. taun ini saya masih belajar kemandirian tentunya, belajar untuk menopang diri sendiri, mencoba bangkit dari beragam keterpurukan, dan akhirnya dijalani apa adanya hingga tanpa disangka pengganti itu hadir. meski tak disangka hadirnya, dia mampu menjadi terapi dari semacam trauma (lebayy.. :D) yang saya alami sejak setaun yang lalu.tanpa disangka pula, musim berganti begitu cepat hingga apa yang tak saya inginkan terjadi lagi tapi akhirnya musim semi segera saya sambut lagi. bismillah ^^
taun ini, alhamdulillah taun yang penuh dengan rejeki. tawaran mengajar datang silih berganti, hingga ada beberapa yang tak sanggup lagi saya terima. bukan maksud saya menolak rejeki ya Allah tapi saya juga butuh waktu untuk beristirahat dari segala macam aktivitas. terkadang saya juga kesal dengan diri saya sendiri, apa sih yang saya cari dengan banting tulang nerima tawaran les kesana kemari? waktu istirahat, waktu main, waktu mengerjakan tugas sedikit tersita di kala weekend. terkadang saya iri pada orang lain yang masih bisa menghabiskan waktu akhir pekannya dengan main atau sekedar berkumpul dengan teman. lha saya? jadwal saya mengajar di akhir pekan cukup padat, dari pagi hingga sore. terkadang kesal, merasa lelah juga. tapi saya disadarkan oleh mimpi yang ingin saya capai. saya ingin segera mempunyai rumah sendiri. sedikit aneh dan tidak realistis memang mimpi saya itu untuk saat ini. tapi ya itulah memang mimpi terbesar saya bekerja keras menerima tawaran les. bukan berarti saya merasa tidak nyaman dengan rumah saya sekarang, saya justru merasa sangat nyaman tinggal di rumah saya ini. tapi tetap saya ingin rumah yang saya beli dengan uang hasil kerja keras saya sendiri, saya ingin membuat disain rumah yang unik yang sesuai dengan apa yang saya impikan, saya ingin mengatur segala interior rumah se apik mungkin hingga terkesan elegan, saya ingin konsep rumah saya itu menyatu dengan alam dan nyaman bagi siapapun, sederhana tapi penuh dengan kekeluargaan sehingga kelak rumah itu bisa menjadi surga bagi para penghuninya, rumah yang bisa bermanfaat bagi banyak orang, dan lain lain dan lain lain. saya di sadarkan pula dengan sebuah pemikiran bahwa mungkin Allah ingin saya lebih sering berbagi pada mereka yang membutuhkan. Allah juga menyadarkan saya melalui cerita orang yang bersusah payah mencari pekerjaan terutama di zaman seperti sekarang ini. hingga akhirnya yang saya ucapkan : "ya Allah, apa yang telah saya lakukan selama ini? mengeluh ini itu padahal nikmatNya begitu besar saya rasakan. saya tidak perlu mencari pekerjaan karena tanpa saya minta pun pekerjaan itu datang dengan sendirinya. seharusnya saya sudah bersujud syukur atas segala nikmat yang Dia berikan.. maafkan saya ya Allah... " saya akan berusaha menyampaikan ilmu yang saya punya, memberikan yang terbaik untuk mereka yang membutuhkan saya, dan sebenarnya penyelesaian dari segala keluhan saya adalah saya harus senantiasa bersyukur, menikmati pekerjaan yang sedang saya jalani. tidak menjadikannya sebagai beban namun sebagai jalan untuk mencari ridhoNya, saya juga harus pandai memanage waktu agar semua bisa seimbang, saya harus bisa mencuri waktu untuk beristirahat, main atau sekedar bertemu teman. dengan itu semua, masalah saya selesai dan saya tidak boleh mengeluh sedikitpun. ^^
hari ini, ternyata tanpa saya sangka tawaran les untuk semester depan sudah datang lagi. Alhamdulillah jelas kabar itu yang membuat hari ini terasa bahagia. terima kasih Ya Rahman...
ternyata rejeki tak hanya Allah kirimkn lewat tawaran les yang silih berganti. ada sumber penghasilan lain yang kini sedang saya tekuni. ya Bisnis kecil-kecilan. memang disadari atau tidak, memang darah bisnis mengalir di tubuh saya. ibu dan bapak saya keduanya adalah orang yang memang menekuni bidang itu sejak  dulu. bermula dari iseng-iseng eh ternyata berhadiah. saya sebelumnya tidak berniat berbisnis, tapi ya itu dia kuasa Allah. dan kalau sudah rejeki ga akan kemana ga akan tertukar dengan orang lain. tiba-tiba apa yang saya pakai bisa jadi sumber penghasilan buat saya. ya buat tambah-tambah uang hasil les. alhamdulillah pesanan datang cukup banyak. semua memang di luar dugaan. hal ini juga yang membuat saya semakin termotivasi dan kian bersemangat untuk berbisnis sampai ada niatan kuat untuk melanjutkan studi s2 dengan mengambil jurusan manajemen bisnis (ITB sih pinginnya..). dunia baru yang benar-benar saya nikmati karena ini seru. menambah relasi juga. banyak teman baru yang akhirnya jadi pelanggan saya termasuk dosen. Subhanallah beneran ga nyangka lah ini. ^^ . lagi lagi saya memang diingatkan untuk selalu bersyukur dan memberikan sebagian dari apa yang saya miliki kepada mereka yang memang berhak mendapatkannya. mungkin Allah begitu percaya kepada saya untuk menjadi jalan bagi mereka, tapi sekaligus ini ujian buat saya untuk selalu rendah hati dan tetap hidup sederhana. Jagalah saya selalu Ya Rahiiimm...
rejeki taun ini lengkap dengan adanya uang beasiswa. ini pula yang membuat saya selalu bertnya pada diri sendiri "nikmat mana yang akan saya dustakan?'" .. semua yang saya rasakan terasa begitu berkecukupan. saya begitu senang bisa membantu biaya kuliah orang tua dengan adanya beasiswa ini. saya merasa Allah terllalu baik pada saya. tentunya saya semakin harus menjaga diri saya agar tetap rajin menabung, tetap menjadi orang yang penuh perencanaan, tetap berhemat karena yang harus saya ingat bahwa mungkin saja semua tidak seperti sekarang. semua rejeki yangg saya dapat membuat saya menyebut taun 2011 adalah taun penuh rejeki. Alhamdulillah. ^^
taun 2011 juga saya belajar banyak tentang kehidupan. belajar bagaimana saya harus beradaptasi di lingkungan yang baru melalui KKN dan PPL. keduanya memang seru, meski awalnya saya memang mengeluh ini itu. selalu saja hampir berputus asa di awal dan memang itulah sifat yangg tidak saya suka dari diri saya. orangnya mudah mengeluh dan mudah menyerah jika keadaan tidak sesuai dengan keinginan.
2011 yang penuh kenangan, lengkap  suka duka, canda tawa akan segera meninggalkan saya dalam bayangan. bulan Desember akan saya sambut dengan senyuman karena ini bulan terakhir yang seharusnya saya jadikan bulan terbaik untuk melengkapi kesan indah di taun ini. Selamat datang Desember. saya sambut semua dengan senyuman ^^

Jumat, 25 November 2011

RESOLUSI DAN REVOLUSI

Resolusi dan Revolusi. 
Ya, itu adalah motto hidup saya.
Saya yakin semua harus berawal dari sebuah resolusi termasuk kesuksesan. janganlah takut bermimpi, kalau orang bilang "bermimpilah setinggi tingginya selagi itu gratis". kenapa tidak? tapi, janganlah terlalu tinggi angan melayang, jika tidak diikuti oleh kemampuan tuk menggapainya. bermimpi itu tidaklah salah, bermimpilah secara realistis. satu hal yang selalu saya yakin, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. jika Allah sudah berkehendak terjadi maka terjadilah. yang membuat semua menjadi tak mungkin adalah manusia itu sendiri yang mempersempit peluangnya tuk menjadi tidak mungkin. teringat dengan kata-kata "peluang sukses itu memang tidak pasti, tapi pastikan diri ini sukses dengan usaha dan do'a".
yang saya tahu, Allah itu maha adil. Dia menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. hal itu tergantung dari manusia itu sendiri nantinya, apakah mau berubah dan memperbaiki kekurangannya dengan lebih mengeksplor kelebihannya atau justru malah dengan pasrah menerima kekurangannya itu. yang saya tahu, setiap manusia itu pada dasarnya memiliki kemampuan yang sama. selanjutnya kembali lagi pada pribadi masing-masing. apakah selalu berupaya meningngkatkan kemampuannya itu ataukah hanya berpuas diri dengan kemampuan yang sudah dimilikinya. jelas semua berujung pada usaha dan do'a.
apalah artinya sebuah resolusi jika tidak disertai dengan upaya untuk mewujudkannya. saya memberikan nama Revolusi untuk usaha besar-besaran itu. jika evolusi itu perubahan yang lambat, maka tidak demiikian dengan revolusi. teringat dengan hal-hal yang terjadi ketika SNMPTN datang. saya bersikeras merubah total semua jadwal belajar. targetnya ketika itu memang tidak main-main. tehnik sipil di sebuah institut yang telah melahirkan banyak orang sukses, sebuah institut yang sangat bergengsi "institut teknologi bandung". sampai saat ini pun mimpi itu belum juga sirna, semangat untuk bisa duduk menjadi mahasiswa disana juga belum luntur sedikitpun. kata-kata "saya harus bisa menaklukannya" masih sangat terpatri ketika setiap kali melewati kampus gajah duduk itu. hmmm.. meskipun dulu revolusi besarr-besaran itu saya lakukan tapi ternyata Allah memiilihkan jalan laiin yang jauh lebih indah. memang sedikit kecewa karena semua tak sesuai harapan. tapi, saya bangga karena saya telah berubah. yang terpenting buat saya adalah proses bukan hasilnya. ya syukur-syukur sih memang hasilnya sesuai harapan. jika tidak?? itu bukan masalah, setidaknya saya telah berproses menjadi lebih baik. saya telah berupaya optimal meskipun saya gagal. saya tidak menyesal karena ini jalan hidup yang memang harus saya tempuh dan pasti jauh lebih indah.
jika saya rumuskan, rresolusi itu seperti sasaran panah. seddanggkan revolusi itu seperti usaha kita untuk bisa menembakkan anak panah tepat pada sasaran. buat saya adda tiga modal untuk berevolusi yaitu Strategi, Motivasi dan Materi. untuk bisa memanah tepat sasaran jelas dibutuhkan suatu strategi misalkan sebut saja minimalnya adalah ilmu memanah dasar yang kemudian dikombinasikan dengan langkah-langkah yang kita buat sendiri tapi jelas semua strategi harus tetap menjungjung tinggi nilai sportivitas. saya memisalkan motivasi itu dengan tarikan seorang pemanah ketika akan melepaskan anak panahnya. semakin kencang seorrang pemanah menarik anak panahnya maka anak panah itu akan melesat semakin cepat. begitu pula sebaliknya. semakin banyak dan semakin kuat motivasi seseorang untuk menggapai mimpinya maka semakin besar pula kemungkinan ia mengggapai cita-citanya itu. dan terakhir dalam berevolusi itu dibutuhkan materi. jika dalam memanah materi itu bisa berupa peralatan memanah, maka materi yang dimaksud untuk mencapai resolusi itu salah satunya adalah biaya financial.
sedikit rumit memang, tapi ya inilah hidup. prinsip saya "hidup itu sudah susah dan tak perlu kita membuatnya menjadi lebih susah." intinya :
buatlah resolusi yang realistis, berrevolusi dengan maksimal (tetep usaha dan do'a), bersyukur, berlapang dada, nikmati setiap proses kehidupan yang ada :))