Tampilkan postingan dengan label karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Aku rindu Engkau, Tuhanku. :)

Tuhaaaaaaannnnn . . . . .
Peganglah erat jemari ini
Dekaplah penuh kasih tubuh nan tak berdaya ini
Rangkul aku dalam buaian lembut cinta kasih Mu
Bimbinglah tuk senantiasa ada pada kebenaran jalan Mu
Tuhaaaaaaaaaannn . . . .
Raga ini tanpa daya, tapi bukan tanpa usaha
Jiwa ini gersang, tapi Asma Mu membuatnya jadi tenang
Hati ini keruh, tapi ampunanMu yang membuatnya luruh
Tuhaaaannn . . . . .
Diri ini tak baik, tapi masih pantaskah berharap yang terbaik?
Diri ini tak sempurna, tapi masih berkenankah Kau lengkapi hidup ini dalam kesempurnaan?
Diri ini penuh alfa, tapi masih bolehkah aku perbaiki semua?
Tuhaaaaaann . . . . .
Saat ini dan sampai kapanpun aku hanya ingin selalu dekat dengan Mu
Aku hanya mau Bernaung di bawah Limpahan Rahmat Mu
Lindungi dan jaga selalu diri ini Tuhanku...
Tuhaaaannn . . . . .
Semua yang Kau beri untukku, sudahlah jauh dari cukup
Izinkan diri ini tuk bisa bermanfaat bagi sesama
Berbagi bahagia dan dekat dengan mereka
Tuhaaaaannn . . . . .
Hanya Kau yang tau segalanya tentang diri ini
Kau yang tutupi segala celah kekurangan yang tercipta
Kau yang lapisi agar tampak seperti sempurna
Tuhaaaannnn . . . .
Ampuni segala khilaf yang pernah ada
Ajarkan aku bagaimana cara taubatan nashuha
Istiqamahkan hati ini agar tidak mengulangi kekeliruan yang sama
Tuhaaaaannn . . . . .
Aku rindu  . . . . . . . . .
Rindu hadir  Mu, Rindu nyaman Nya berada di dekat Mu, Rindu nikmatNya jamuan malam Mu
Rindu yang tak dapat lagi ku bendung, kini kian memuncak dalam deraian air mata yang tak lagi dapat tertampung. . . . . . 
Aku Rindu Engkau, Tuhanku.....................

Rabu, 08 Februari 2012

Puisi Pagi

Pagi..
ajarkan aku tuk bisa kembali menatap mentari
biarkan camar membawaku terbang lagi
digenggam oleh sentuhan lembut sang bumi
meski kala itu dalam mendung ku dibawa pergi
pagi .......
ku pasti kan melangkah dan tak ku sesali
tetesan hujan kan menghapus jejak jam satu pagi
kala kini hal kecil itu menyeruak dalam sanubari
kembali segar seperti butir embun yang baru datang kembali
pagi .......
bawa aku dalam dunia baru
memupuk benih tuk tinggalkan bunga layu
meski tetap setia waktu dalam tempat yang berbeda
masih banyak kata yang memutar tuk kembali terulang
pagi .......
setiap detik ku rasakan kin berbeda
ilalang kian bergerak tanpa arah yang pasti
hembusan angin kian goyahkan akarnya yang rapuh
tapi masih ada celah yang berikn nuansa indah
datang bersama pelangi tuk melukis beragam warna
pagi ........
kapan kau datang bersama sapaan itu lgi?
kapan batasan waktu tuk bangkit itu hbis?
kapan waktu 100 menit itu kau ganti?
kapan semua terhenti dan kisah baru diawali?
pagi .........
sendiri itu bukan berarti sepi
karena bahagia tetap ada dalam senyum ini
tetap dicoba karena bintang kan bersinar lagi
mengalihkan dunia dalam nada-nada dan simfoni.



jam 01.00 (29 Januari 2012)

Selasa, 27 Desember 2011

Yang Tersisa dari Jica

Jica memang menyisakan banyak cerita
Selasar jica, 10 februari yang tak mungkin terlupa
Nuansa jica yang berubah warna dan penuh nada
Kian terasa berbeda dalam waktu dua tahun lamanya

Deretan ruang jica memberikan kisah yang tak biasa
Mulai dari pertama hingga esok lusa
Bayangnya kian lama kian berkelana
Tak mampu lagi disamarkan oleh jiwa dan logika

Antara matematika, Jica dan rasa yang tercipta
Mengganti peluh menjadi asa yang tak pernah luluh
Mengubah lara menjadi tawa hanya dengan “kenapa?”
Memang sederhana tapi itu bermakna

Petunjuk itu mulanya dari Jica
Sempat bercelah dan tinggalkan luka
Tapi obatnya ternyata dia juga
Petunjuk, kaka yng amat dewasa

Hujan, 6 september, pojok tumpukan buku
Coretan tinta seperti mengulang semua
Setiap ucap kta adalah penguat agar bisa
Seuntai janji yang akhirnya disepakati bersama

Jica pula yang menjadi saksi timbulnya benci
Meskipun sesaat dan tak bisa dibohongi
Tapi jejaknya masih ingin dicari
Walau beda tapi jauh lebih indah saat ini